Melatih Insting Berburu
Seperti yang saya janjikan, sekarang inilah bagian kedua dari
artikel saya mengenai melatih insting berburu (prey drive). Normalnya
saya tidak mengulang latihan ini dari awal lagi. Saya berasumsi bahwa
pembaca sudah membaca bagian pertama dari artikel ini dan kemudian
melanjuti diskusi dengan saya. Ada beberapa latihan yg saya pribadi
merasa ada yg perlu di mulai dalam melatih prey drive ini,
latihan-latihan tersebut akan saya uraikan dalam artikel ini.
Seperti
kebanyakan orang yang main anjing kerja sudah cukup lama, saya paham
betul bahwa latihan tidaklah selalu mengikuti langkah-langkah yg ditulis
di buku atau ada di video. Tapi kalau kita berlatih dengan anjing yg
mempunya prey drive yang solid, dan kita mengikuti program yang saya
jabarkan dalam artikel ini, dapatlah kita simpulkan anjing yang
mempunyai mental yang baik akan memiliki ciri-ciri seperti dibawah ini :
- Anjing mengigit karung goni dengan mantap dan tetap ngotot
- Anjing akan tetap mempertahankan goni itu dengan mulutnya dan membawanya pergi menjauh untuk beberapa saat
- Anjing akan melompat dan mengigit karung goni dalam satu gerakan
- Anjing akan mengonggong pada helper yang diam agar si helper melakukan gerakan
- Anjing akan menerjang helper kemudian melompat dan mengigit buruannya
Dengan
asumsi bahwa anjing kita memiliki ciri yang sama dengan diatas, maka
transfer dari karung goni ke sleeve adalah langkah terbaik untuk latihan
berikutnya. Baik itu puppy arm, sleeve intermediate atau full size arm
semua ini tergantung pada progress si anjing. Tipe-tipe sleeve ini untuk
sementara waktu tidaklah begitu penting karena bentuk latihannya sama
saja.
Langkah
awal untuk transfer ke sleeve adalah pertama membuat anjing mengerti
bahwa sleeve adalah sasaran buruannya yang baru, dengan kata lain sleeve
harus disamakan dengan karung goni atau handuk yang selama ini dipakai.
Yang pertama-tama saya lakukan adalah mengayunkan dan membuat sleeve
bergerak didepan si anjing yang sudah diikat atau ditahan pemilik.
Lakukan agak berjauhan sehingga tidak bisa dijangkau dengan mudah.
Setelah berkali-kali, sesekali lemparkan sekali ke arahya agar bisa
diperoleh oleh anjing.
Saya mendapati hasil yang lebih memuaskan apabila saya tidak memulai latihan sleeve pada tangan untuk awal latihan dikarenakan:
- Sleeve dapat digerakkan lebih bebas yang mana bisa men-stimulasi anjing lebih kuat
- Beberapa anjing takut mengigit helper, tapi mereka akan lebih percaya diri apabila bagian dari helper (sleeve) itu lepas.
Dalam
tahap awal latihan ini kita seharusnya mengambil langkah hati – hati
agar anjing lebih percaya diri sehingga drive yang si anjing miliki
lebih keluar lagi dan bahkan lebih kuat.
Yang perlu kita
perhatikan dalam latihan ini sebagai helper, kita menyadari bahwa
sleever tidak lebih adalah bagian dari tubuh kita daripada sebuah karung
atau handuk. Yang perlu kita berhati-hati dan ingat adalah ucapan Dr.
Raiser: “apabila anda hendak melatih prey drive, maka fokus si anjing
harus pada buruannya, yang berarti buruan tersebut harus tetap bergerak
terus, bukan pada helpernya. Maka lebih lanjut buruan itu bukan bergerak
maju ke anjing namun selalu menjauh dari anjing walaupun setelah
tertangkap olehnya”. Kenapa saya membesar-besarkan masalah ini?
jawabannya sederhana, hal ini memang hal yang paling penting.
Sebagaimana
kita mencoba menggerakkan sleeve di alam bebas secara sporadik dan
sangat mudah ditebak bahwa gerakkan tersebut dipandang sebagai tantangan
bagi si anjing. Hal ini dapat pula memutarbalikkan fungsi prey drive
ini. Masalah lain apabila kita bergerak maju ke depan, hal ini agak
menyakiti mulut si anjing. Beberapa masalah yang sangat mengganggu saya
ketika melihat banyak anjing-anjing anakkan dan muda menghindar dari
sleeve seakan-akan takut akan dipukul atau takut sleeve itu menyakiti
lehernya. “Buruan harus selalu menjauh dari anjing”. Konsep sleeve ini
sama dengan konsep karung/handuk.
Sekarang saya jabarkan cara
kerjanya. Seperti yang digambarkan sebelumnya, prey drive anjing
distimulasi dengan sleeve yang bergerak yang mana dia akan berusaha
menerjang dan menerkam namun karena jauhnya tidak tergapai akan membuat
dia semakin ngotot. Pada saat kita hendak memberikan kesempatan untuk
mengigit, bisa sambil dipegang atau sarungkan di tangan. Helper harus
bergerak ke kanan dan kiri sampai pada saat anjing mengigit adalah pada
saat kita bergerak maju menuju samping. Ingat jangan bergerak maju pas
kedepan si anjing.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan:
- Anjing harus diberi kesempatan yang baik (timing) untuk mengigit sleeve
- Apabila si anjing agak ragu akan buruannya, segeralah beri dia reward walaupun gigitannya masih lemah
Ini
adalah proses belajar, kita ingin menunjukkan si anjing bagian mana
pada sleeve yang harus dia gigit dengan cara memberi timing yang baik
dan presentasi sleeve yang benar pula.
Begitu anjing menang atas
sleeve maka tahap berikutnya adalah agar dia tetap mempertahankan
buruannya. 2 metode yang saya gambarkan pada latihan dengan
karung/handuk, menggunakan tali untuk di kaitkan dengan sleeve agar pada
saat sleeve tidak dipertahankan kita bisa segera stimulasi atau
menghidupkan terus menerus pada saat masih di gigitannya, cara
berikutnya adalah dengan menantang untuk merebut kembali sleeve dari si
anjing. Saya melakukan hal yang sama dengan metode karung/handuk agar
saya mendapatkan gigitan pertama yang baik pada sleeve. Sama saja
seperti karung/handuk, sleeve harus dipresentasikan secara progressif
dan tinggi agar anjing mau pula melompat untuk mendapatkan kemenangan
pada sleeve itu. Ingat, jangan terburu-buru untuk mengenalkan sleeve.
Sampai
tahap ini saya merasa bahwa pentingnya untuk membicarakan sedikit
mengenai latihan penyerangan lagi. Seperti yang telah digambarkan pada
artikel sebelumnya latihan dimulai dengan menggunakan karung goni dan
sebisa mungkin anjing telah diajarkan untuk mentarget dan membuat nafsu
si anjing untuk mengigit terfokus pada karung saja bukan pada helper.
Ada 2 poin yang paling penting yang mengakibatkan masalah baru ketika
kita latihan dengan sleeve. Pertama, helper harus tahu bagaimana
menerima gigitan anjing pada sleeve dengan sehalus mungkin agar anjing
tidak merasa sakit dan sleeve harus dekat dengan badan helper agar
lebih kelihatan mengancam bagi anjing
Raiser menggambarkan
ketika dia memluai latihan ini dengan bergerak-gerak untuk menstimulasi
si anjing, kemudian anjing dilepas ketika helper memberi signal. Pada
mulanya anjing akan memberikan gigitan pada helper pada posisi samping
ketimbang di depan yang lebih frontal. Lama kelamaan setelah terbiasa,
pandangan frontal itu akan memberikan keinginan memburunya itu timbul
lebih besar sehingga prey yang dipresentasikan oleh helper tepat didada
secara horizontal akan diterjang dari depan. Semua gigitan pada latihan
adalah penting dan helper haruslah lebih banyak membantu masalah-masalah
si anjing dan membaca si anjing agar mengerti bagaimana cara mengigit
yang benar sesuai targetnya.
Metode yang saya ajarkan sangatlah
sama dalam prinsipnya, namun beda tekniknya. Begini, anjing akan di
tahan dengan tali leher (kulit) dan distimulasi oleh helper sebagai prey
yang mana sleeve akan bergerak-gerak dan biasanya saya akan membiarkan
anjing kehilangan kesempatan untuk mengigit beberapa kali. Kemudian saya
membawa pergi sleeve menjauh dari anjing dan pastikan mata anjing tetap
fokus pada sleeve dengan cara mengoyang-goyangkannya. Pada awalnya saya
tidak akan menjauh dari 5-10 meter dari anjing dan pada saat itu saya
membuat posisi siap (presentasi) dengan sleeve tidak terlalu jauh dari
tanah.
Begitu anjing mengonggong dengan intensifnya, saya beri
tanda pada pawang untuk melepas si anjing. Kemudian anjing akan
menerjang pada sleeve yg selalu bergoyang di tempat. Pada saat anjing
akan melompat dengan target gigitan maka saya akan mengangkat sleeve
pada ketinggian yang masih dicapainya.
Manuver untuk mengakhiri
latihan dengan sleeve adalah dengan membuat anjing lebih nafsu lagi.
Anjing akan meloncat ke depan dan ke belakang untuk mendapatkan sleeve
yang maju dan mundur yang mana prey akan menjauh dari anjing. Kontak
haruslah pada waktu sleeve pada posisi normal untuk melakukan pelatihan
frontal ke depan. Hasil yang didapat dari anjing haruslah dirasakan oleh
helper yang mana akan mempersiapkan anjing untuk trial. Untuk awal,
biarkan anjing memenangkan sleeve. Saya merasa methode ini membawakan
success yg besar bagi anjing yang tidak menyerang secara frontal dan
keras.
Anjing yang menyerang helper secara frontal dan keras
dari awal tanpa menyadarainya karena serangan kedua akan lebih memikat
si anjing untuk mengigit. Seperti saya katakan pada prinsip – prinsip
awal, latihan promosi prey adalah sama namun caranya sedikit berbeda.
Kita harus sedikit berhati-hati untuk ini karena harus dengan timing
yang tepat dari si helper. Saya merekomendasikan pada helper agar
latihan ini dilakukan awalnya dengan anjing yang sudah berpengalaman
yang mana gigitannya sudah bagus dan tepat sebelum melakukannya dengan
anjing yang belum berpengalaman.
Skill selanjutnya untuk si
anjing adalah selama promosi prey drive ini adalah sifat melawan balik
yang aktif. Dalam buku dr. Raiser ditulis mengenai ini dalam bab
“mengajar anjing untuk melawan”. Saya ingatkan kembali pada pembaca
bahwa semua latihan tidak harus sama dengan langkah-langkah yang saya
jabarkan. Kadang saya melatih sifat melawan ini pada awal apabila anjing
mempunyai potensi untuk itu. Namun tetapi saya percaya bahwa gigitan
pada sleeve, terjangan dan melawan adalah teknik yang harus dikuasai
anjing sebelum latihan untuk trial yang mana program-program dilakukan
semuannya. Oke kita kembali ke kata melawan. Apakah arti melawan bagi si
anjing? Saya beri beberapa definisi. Melawan adalah sifat tegas pada
diri anjing yang mana akan keluar pada saat stress yang terpendam pada
latihan gigitan. Bentuk perlawanan yang biasanya terlihat adalah
tarikan-tarikan yang kuat, geraman, gigitan kembali dan
menggoyang-goyangkan buruan. Dr. Rasier berkonsentrasi penuh pada sifat
“menggoyangkan buruan sampai mati”pada bukunya. Reaksi yang saya sukai
adalah gigitan kembali untuk mendapatkan gigitan yang full karena bagi
saya itulah yang paling penting bagi si anjing terutama dalam karirnya
sebagai anjing sport. Untuk ini saya akan memberi sebutan “perlawanan”.
Mengajari
perlawanan tergantung sekali pada anjing, kita harus mendesain latihan
kita sampai pada tiap anjing. Seperti kata Dr. Raiser: “dalam diri
anjing yang mempunyai drive yang kuat dan yang lemah biasanya akan cepat
terstimulasi pada sifat “menggoyang-goyangkan buruan sampai mati”. Pada
anjing lain mungkin ini tidak mungkin dilatih sampai pada umur 15 bulan
atau lebih atau yang pernah mejalani latihan defence drive yang terlalu
berat”. Untuk itu maka saya percaya sekali bahwa untuk selalu
mempelajari teknik dan tiap langkahnya agar tidak terlewati. Kita harus
mengenal semua sifat perlawanan sebagaimana adanya dan memberikan
reward ketika itu terjadi, sama ketika kita melakukan latihan lainnya.
Saya
akan jabarkan bagaimana mengajari anjing untuk melawan balik ke helper.
Biarkan anjing menggigit pada sleeve namun posisi on leash, pada saat
bersamaan helper mempertahankan sleeve dengan tenang dan tidak bergerak.
Helper jangan terlalu menstimulasi anjing justru malah harus
menenangkan si anjing. Tapi ingatlah, banyak cara untuk menstimulasi.
Maka cara yg kita pakai untuk tahap ini adalah yang paling kecil
dosisnya. Bisa dengan cara menggerakkan sedikit pada sleeve yg membuat
si anjing kembali menggigit sedikit. Bisa dengan menutup mata si anjing
atau pandangan mata ke mata yang lebih frontal atau dengan menggelitik
leher si anjing atau menggangkat sedikit atau menggosok stik ke badannya
atau menariknya kearah objek lain dan juga bisa meniup ke arah mukanya.
Banyak
sekali cara dan kemungkinan yang bisa kita lakukan asal kita harus
ingat jangan melakukannya secara berlebihan. Kemungkinan itu digunakan
dengan tujuan si anjing mendapatkan tekanan stress lebih yang mana
memberikan rasa tidak nyaman padanya. Stress itu haruslah disertai
dengan faktor lain yg bisa melepaskan stress itu sendiri karena apa yng
dirasakan oleh anjing pada stress itu adalah sesuatu momen yang
melemahkan mentalnya. Anjing yang mempunyai drive yang bagus akan
melawan stres tersebut dan stress itu yang menjadi suatu tuntutan yang
menjadi dasar untuk melawan kembali.
Apa yang harus kita sadari
adalah bahwa stress itu menjadi pemicu untuk melawan. Mungkin saja
dengan kita membuat stress si anjing dalam latihan yang mana anjing akan
melawan pada awal latihan, tapi kita harus ingat untuk memberikan
kemenangan padanya. Itu bisa kita lakukan dengan melepaskan sleeve. Kita
harus bisa merasakan perasaan apa yang keluar dari si anjing untuk
memutuskan metode apa yang terbaik hingga tidak akan mengakibatkan
masalah pada grip. Awalnya saya akan memberikan reward pada semua reaksi
perlawanan sehingga saya tidak akan membuat si anjing merasa tidak aman
dan nyaman (Raiser: toleransi agresi yang tidak enak akan mengakibatkan
rasa ketidak-amanan dan kenyamanan). Namun tetapi, sejalan dengan
perkembangan kepercayaan diri anjing dan keberanian untuk melawan, saya
haruslah memilah-milah perlawanan mana yang saya beri reward, dan yang
mana yang tidak. Contohnya, seekor anjing dengan grip yang tidak penuh
dan menggoyang-goyangkan secara kasar tidaklah yang saya inginkan, namun
saya akan menungggu grip yang penuh sebelum saya memberikan kekuatan
pada perlawanannya.
Pada umumnya, saya akan katakan bahwa
reward akan diberikan hanya pada gigitan yang menggoyang-goyangkan,
geraman, atau tug sebagai penganti pada awal latihan hanya pada pada
grip yang full dan hampir sempurna. Tapi sekali lagi saya harus katakan
untuk menilai setiap situasi yang terjadi dan tidak ada sesuatu itu yg
tidak terjadi tanpa latihan layaknya tidak ada pahatan pada batu tanpa
kita memahatnya. Jika metode di atas, yang caranya sama dengan apa yang
dr. Raiser gambarkan di bukunya, tidaklah mendekati dengan reaksi yang
kita inginkan maka mungkin lebih baik kita menunggu agar anjing lebih
dewasa lagi dan pada saat promosi defense drive mulai dilakukan.
Sebelum
kita mengakhiri promosi prey drive, saya ingin mendiskusikan satu
latihan lagi yang mana saya kira sangat penting. Latihan ini bertujuan
untuk meledakkan bentuk drive dari fase kontrol. Untuk ini saya
memerlukan anjing agar lebih berpengalaman dalam latihan dan pernah
latihan gigit pada sleeve (paling tidak puppy sleeve) dan lebih baik
dengan latihan perlawanan ( lebih baik namun tidak menjadi keharusan).
Satu yang lebih umum namun menjadi masalah yang sangat besar dan sering
saya temukan adalah anjing tertekan oleh pawangnya sendiri walaupun
sedikit mungkin.
Drive anjing terkunci pada latihan kepatuhan,
lagipula kepatuhan adalah untuk mengajarkan anjing bahwa pawang yang
memutuskan kapan dia bisa dan tidak untuk menuruti instingnya. Adalah
wajar kalau setelah kepatuhan latihan bitework membuat anjing tampil
tertekan. Mari kita jabarkan beberapa kritik disini. Pernahkah anda
mendengar drive capping? Apabila belum maka drive capping itu mempunyai
arti sebagai pengumpulan drive melalui latihan kepatuhan. Sayang sekali
hal ini haruslah dibarengi dengan keahlian agar teknik ini dilakukan
dengan benar dan tidak semua termasuk saya ahli salam hal ini. Latihan
yang saya akan gambarkan mempunyai tujuan yang sama hanya saja anjing
harus belajar sendiri bukan pawangnya yang mengajarkan.
Cara
yang saya lakukan diawal latihan ini adalah dengan melakukan seperti
ujian escape ScH II dan III. Dengan kata lain, saya akan meminta pawang
untuk memberi perintah down pada anjing dan pawang memegangnya pada
collar. Kemudian saya sebagai helper berdiri pada posisi miring dari
anjing dengan sleeve menghadap ke arah anjing. Kemudian anjing di lepas
oleh pawang bersamaan dengan gerakan saya untuk lari. Begitu saya lari
anjing harus segera mengejar dan mengigit sleeve. Begitu anjing
mendapatkan grip yang pas dan tenang saya akan melepas sleeve dan
memberikan kemenangan pada si anjing. Pada awalnya saya tidak menemukan
grip si anjing tidak meyakinkan pada latihan stimulasi yang berat.
Anjing bisa berkelakuan setengah hati karena latihan kepatuhannya untuk
tetap down dan harus melanggar perintah downnya itu. Namun tetap saja
anjing harus bisa mengumpulkan dan mengatasi drive untuk mengejar helper
dan menggigit sleeve. Sebenarnya latihan ini sangat berat bagi si
anjing dan saya yakin semua helper pasti setuju pernyataan saya ini
bahwa semua anjing menunjukkan gigitan yang sangat kurang dalam awal
latihan ini.
Latihan akan berkembang ketika anjing harus down
dalam keadaan off leash dan tetap diam sampai helper bergerak. Ini akan
membutuhkan kontrol sedikit lebih extra. Langkah selanjutnya perintahkan
anjing untuk heel dan berjalan berputar sedikit kemudian down, lalu
seketika mungkin helper melakukan escape. Selanjutnya kita heel sekali
lagi kemudian perintahkan untuk sit kemudian ketika anjing sudah
benar-benar duduk dengan tenang, helper segera melakukan penyerangan
face to face secara frontal dengan sleeve.
Pembaca yang cermat
akan segera mengenali serangan frontal ini sebagai bagian dari bagian
ScH I. Akhirnya latihan berikut sebagai helper saya akan meminta pawang
membawa anjing memutar saya dan kemudian stop dibelakang saya dan anjing
dalam keadaan sit, kemudian dalam beberapa saat saya akan berputar dan
menpresentasikan sleeve untuk anjing melakukan gigitan. Latihan down
sebelumnya adalah bagian dari ScH II dan III escape, heeling ke blind
adalah bagian dari ScH I, dan back transport adalah ScH II dan III
sebelum melakukan face attack, semua ini adalah latihan-latihan yang
banyak tekanan dari pawangnya dalam setiap trial. Anjing yang belajar
bagaimana mengeluarkan drive dari fase kepatuhan akan mendapatkan
beberapa masalah dari latihan ini. Saya mengajarkan latihan-latihan ini
dalam promosi prey drive karena saya pikir anjing belajar mengeluarkan
drive lebih mudah daripada mereke hanya bekerja untuk mengeluarkan prey
drive dan belum lagi stres dari defense drive yang keluar. Pada
hakikatnya level kepatuhan yang dilewati haruslah sesuai dengan level
kepatuhan yang sudah diajarkan.
Tujuan dari promosi prey drive
ini haruslah dicapai ketika anjing belajar bahwa keberadaan helper
dilapangan berarti buruan berharga tidak terlalu jauh untuk didapatkan,
dan itu bisa didapatkan dengan mengonggong dan menguasai dengan baik
bagaimana grip yang baik, cepat, terjangan keras, melawan dan
mengeluarkan drive dari fase kepatuhan. Sampai titik ini, dilapangan,
helper akan menjadi stimuli pembangkit untuk prey drive si anjing. Jika
kita sanggup memberikan fondasi yang kuat dan solid untuk prey drive
dalam latihan proteksi ini maka selanjutnya dalam dunia sport kita akan
mendapatkan sukses yang besar.
Tentu saja seperti yang dikatakan
sebelumnya bahwa prey drive juga bisa mengalami kemunduran. Salah satu
masalah terbesar adalah prey drive bisa mengakibatkan anjing capek dan
sedikit mengalami ketidaksadaran. Ini bisa terlihat pada saat anjing
terlihat malas untuk mengejar atau menangkap buruannya lagi, Raiser
menyebutkan hal ini sebagai spesifikasi simulasi aksi yang melelahkan.
Ketika prey drive anjing sudah melelahkan itu berarti latihan terlalu
berlebihan. Apabila level lelah itu terlalu cepat maka untuk menormalkan
kembali sangatlah sulit. Masalah lain dengan prey drive adalah
kurangnya drive pada si anjing hingga untuk mengigit karung saja sangat
susah. Dengan anjing seperti ini yang kurang harapan, kemajuan tidak
dapat dicapai dengan latihan prey saja. Saya tidak mengatakan bahwa
bahwa latihan prey drive itu ada sisi negatifnya karena seyogyanya prey
drive harus menjadi pondasi dari latihan ini. Yang mau saya katakan
dengan jelas bahwa latihan tidak hanya selesai dengan promosi prey drive
saja. Kita masih harus melatih anjing untuk menggunakan defense
drivenya, dan kemudian kita harus bekerja bagaimana membentuk defense
menjadi prey dan bagaimana nanti kita membuat kedua drive ini seimbang.
Saya berharap nanti kita ada kesempatan untuk memberikan diskusi dalah
topik ini dan juga menjelaskan beberapa terminologi kinologi.